Senin, 23 Oktober 2017

Ada Apa dengan 22 Oktober?

 
Satu Diantara yang Bisa Dilakukan Untuk Mengetahui Baik Buruknya Suatu Hal
Masih dalam suasana hari santri Nasional, tentu saya juga tidak ingin melewatkan momen ini. Di hari santri nasional ini, tentu ada hal yang perlu kita pelajari dan ingat. Agar setiap tanggal 22 Oktober, tidak terlewatkan begitu saja bagi kita terutama generasi mellennial.

Kalian pada tahu gak sih. Kenapa harus ada hari santri nasional? Dan kenapa harus di tanggal 22 Oktober, Presiden kita Joko Widodo menetapkan hari santri sebagai hari santri nasional? Walaupun sudah sejak tahun 2015 sudah ditetapkan, saya akan mengingatkan kembali ya.

Hari santri nasional dicetuskan karena adanya resolusi jihad dari pendiri NU yaitu KH. Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya. Hal ini bermaksud untuk mencegah kembalinya tentara kolonial Belanda untuk menguasai Indonesia kembali.

Seruan jihad yang disampaikan oleh KH. Hasyim Asy'ari membuat para santri bersemangat untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Southern Mallaby. Pertempuran masih terus berkelanjutan hingga 10 November 1945 yang akhirnya ditetapkan sebagai hari pahlawan Nasional.

"Santri berperan sebagai garda terdepan, Indonesia merdeka bukan karna bambu runcing, bukan karna pencak silat tetapi dari kumandang takbir para kiyai dan tumpah darah para santriya," kata Ustad. Ridlun Artol di Masjid Al - Misbah pada Minggu (22/10).
 
Kajian di Masjid Al - Misbah, Ditpam Baloi bersama Ustad. Ridlun Artol pada Minggu, 22 Oktober 2017
 
Dan untuk generasi mellennial, tentu kita tidak perlu melakukan hal demikian agar terlihat bahwa cinta negara. Tetapi dengan memperdalam ilmu agama kita bisa menjadi aset bagi negara dan juga agama.

"Di saat sekarang anak-anak muda minimal tidak menjadi penyebab suatu kekacauan walaupun tidak dapat menyebarkan kebaikan. Tanamkan nilai-nilai agama dengan diterapkannya ke cinta tanah air," ujar Ustad. Ridlun.

Dan permasalahan yang terjadi di generasi anak muda sekarang adalah dengan mudahnya share sesuatu hal yang belum paham olehnya. Maka perlu ditanamkan yang namanya belajar dan membaca. Dan ini juga pentingnya kenapa ada kajian Islam, dan kenapa ada sekolah minggu bagi yang bukan Islam. Hal ini agar kita bisa melihat sesuatu dari segala sudut pandang, dan tidak terpengaruh akan hal yang belum tentu benar adanya.

"Santri itu terdidik untuk berkata benar meski itu pahit, bukan berkata pahit hanya karena merasa benar. Santri itu terdidik untuk mengIslamkan yang masih kafir bukan mengkafirkan yang sudah Islam, santri itu terdidik untuk menyebarkan agama Islam dengan budi pekerti bukan memaki-maki, santri itu cinta NKRI sebab merdekanya negara ini ditebus dengan doa, perjuangan, hingga nyawa kiyai," kata Ustad. Ridlun.

Tugas Generasi Mellennial Masa Kini

1. Belajar untuk kritis. Mulai dari sedini mungkin. Kritis terhadap diri, kritis terhadap agama kita, kritis terhadap negara kita dan kritis terhadap lingkungan di sekitar kita. Dan kritis itu tidak ada batasnya. Karena orang yang mencari tahu tidak menjadi bodoh. Orang mencari tahu tidak jadi ketinggalan zaman.
2. Munculkan kepedulian kepada negara kita dan agama kita. Kalau kita tidak seagama minimal kita sama-sama manusia yang mempunyai hak dan kewajibanyang sama. Kalau kita tidak bisa mewariskan tradisi baik , minimal kita tidak mencontohkan tradisi buruk. Kalau kita tidak bisa berkontribusi memajukan minimal kita tidak  bermaksud untuk menjatuhkan.
3. Belajar dan berkumpul dengan orang-orang yang memberikan kesan positif. Dengan begitu kita tidak tidak salah langkah dalam melakukan sesuatu hal.

Selamat Hari Santri Nasional Mellennial

Nama model:
@deasynatasya91
@dayu_wulandari13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar