Minggu, 22 Oktober 2017

Lihat Karakter dari Foto Selfie, kamu termasuk point keempat gak nih?



Gaya Selfie seperti ini dapat menggambarkan siapa diri kamu sebenarnya


Guys, zaman mellennial memang sudah tidak asing dengan yang namanya foto selfi, bukan? Di setiap galeri gadget kamu, tentu terdapat paling tidak satu foto selfi. Dan saat selfi, kita akan memberikan gaya yang terbaik tentunya agar foto tersebut bisa menarik perhatian orang dan dipuji pula.

Kalian pernah sadar gak sih, kalau dari foto kita bisa membaca karakter seseorang. Tidak hanya dari raut muka, garis tangan, tulisan tangan, hingga berjabat rangan yang bisa menggambarkan karakter seseorang. Tapi dari foto selfi juga bisa menggambarkan karakter seseorang. 

Dari sebuah artikel yang saya baca, diketahui bahwa El Savier, salah satu lembaga penerbit penelitian ilmiah yang tertua dan terkenal di dunia, mempublikasikan hasil penelitian psikologi yang berasal dari Singapura dan Tiongkok. Dalam penelitian, mereka menganalisis 123 foto selfie yang diambil dari Sina Weibo, mikroblogging Tiongkok sejenis twitter. 

Masing-masing pemilik foto diminta menyelesaikan suatu tes kepribadian melalui berbagai pertanyaan. Dan penelitian dipimpin oleh Lin Qiu, ph.D. (Nanyang Tecnological university, Singapore). Dan berdasarkan 13 parameter, diantaranya ekspresi wajah, melihat ke arah kamera atau tidak, posisi kamera saat mengambil foto selfie serta lokasi selfi dilakukan.

Ada setidaknya empat karakter yang bisa terbaca dari gaya foto selfi.
1. Karakter bersahabat yang suka mengambil foto dari bawah
2.  Karakter teliti yang tidak mau selfi di tempat-tempat privat
3. Karakter terbuka gaya selfi-nya cenderung menunjukan emosi yang positif
4. Neurotis dengan gaya selfi "memonyongkan" mulut. Neurotis adalah orang yang tidak suka dan menghindari tantangan baru.

"Selfi unik-unik bahkan ekstrim karena terdapat kecendrungan tertentu dan merasa ingin menjadi pusat perhatian. Untuk mengundang perhatian seseorang baik itu like hingga komen," kata Dinuriza Lauzi, M.Psi, selaku psikolog pratisi dan psikolog LPSK pada Minggu (22/10).

Mellennial yang suka upload foto selfi dengan pose menarik disebut juga dengan narsisisme. Narsisisme ini berdasarkan mitologi Yunani yang artinya perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Dan istilah ini pertama kali digunakan oleh psikolog bernama Sigmund Freud. 

Dari foto selfi juga bisa tergambarkan tujuan dari foto selfi tersebut. Pertama terdapat unsur pamer atau membranding dirinya sendiri dan kedua publik figur yang hanya fokus terhadap kegiatannya saja.

"Foto selfi tentu ada keinginan agar dianggap hebat dan mendapat pujian. Tapi foto selfi yang membawa pengaruh positif juga bisa ditentukan dari tergantung diri kita siapa. Baik itu pelajar, mahasiswa, karyawan, dan lain sebagainya," ujar Dinuriza.

Tips Saat Upload Foto Selfi
1. Niat Tujuan. Sebagai motif dari foto selfi, apakah ingin branding diri sendiri atau dari foto selfi ingin mendapatkan pujian dengan membutuhkan pengakuan dari orang lain.
2. Buat tema dengan update-an sosial media milik kita. Tentunya update foto selfi yang positif dari diri kita. Contohnya ada keinginan  untuk kuliah di Australia, maka upload foto selfi seputaran dengan hal demikian.
3. Batasi upload gambar diri, tidak perlu terlalu banyak, karena hal itu malahan akan mengundang kejahatan cyber yang akan mendekati kita. Cukup satu atau dua saja sesuai tema masing-masing. Misalnya baru pulang liburan dari Korea maka cukup upload sekali saja, tapu gunakan aplikasi foto editor agar bisa tampil banyak sekaligus.

Nama model: @niawkay
lokasi: hotel Zia Boutique, Sei Panas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar